Senin, 02 November 2009

PROPERTY vs STOCK : Which one better ?

Mengapa saya bisa berkata bahwa rumah/Real Estate adalah investasi terbaik, bahkan lebih baik daripada saham?
Cobalah mengajukan kredit di Bank, gunakan saham Anda sebagai jaminannya. Maka Anda tahu mengapa.

Mari, biar saya jelaskan mengapa. Beberapa keunggulan yg dimiliki investasi Real Estate adalah:

1. Leverage

Pertama,

Berapa jumlah uang yang diperlukan untuk membeli portfolio saham senilai Rp.1M?
Jawabanya: Rp.1M

Berapa jumlah uang yang diperlukan untuk membeli real estae senilai Rp.1M?
Jawabanya: Rp.200jt (DP 20%), sisanya dapat dikredit.

Dan jika Anda memiliki uang Rp.1M, Anda dapat memiliki 5 rumah senilai masing-masing Rp.1M sekaligus.
Disinilah letak kekuatan Leverage. Dalam kasus di atas, tingkat leverage nya adalah 500%.



Kedua,
Anda memiliki Rp.1M, hanya dapat membeli portofolio saham senilai Rp.1M. Berapa nilainya portofolio tersebut tahun depan apabila terjadi peningkatan 200%?
Jawabanya: Rp.1M x 200% = Rp.2M

Anda memiliki Rp.1M, dengan hanya membayar DP 20%, dapat membeli 5 Real Estate senilai masing-masing Rp.1M. Berapa nilai 5 Real Estate tersebut tahun depan apabila terjadi peningkatan 200%?
Jawabanya: Rp.1M x 5 x 200% = Rp.10M

Jadi, jika pada awalnya Anda berangkat dengan modal Rp.1M, dan memilih meng-investasikan uang Anda seluruhnya pada Real Estate, nilai Aset Anda pada tahun ke-2 adalah Rp.10M (terjadi peningkatan sebanyak 1000%!!!), instead hanya Rp.2M (jika Anda memilih investasi pada saham)


2. Control

Anda membeli portofolio saham senilai Rp.1M. Apa yang dapat Anda lakukan, secara pribadi, untuk meningkatkan nilai portofolio Anda?
Jawabanya: Berdoa lebih sering! Beramal lebih banyak!

Anda membeli Real Estate senilai Rp.1M. Apa yang dapat Anda lakukan, secara pribadi, untuk meningkatkan nilai Real Estate Anda?
Jawabanya: Lakukan make over! Renovasi! atau Apapun juga karena kekayaan Anda  berada dalam kuasa Anda.


3. Refinancing

Mau memiliki sumber pendanaan yang dengan menggunakan jaminan yang sama, tetapi plafon pinjaman naik terus? Hanya Real Estate yang bisa.

Cth:
Tahun ke-1: Anda membeli rumah senilai Rp.1M.
Tahun ke-2: Nilai rumah Anda naik menjadi Rp.1,2M. Anda mengambil pinjaman Bank senilai Rp.1M dengan jaminan rumah Anda.
Tahun ke-5: Nilai rumah Anda naik menjadi Rp.2M. Anda mengajukan tambahan pinjaman kepada Bank, sehingga total pinjaman Anda adalah Rp. 1,8M. Dengan jaminan yang sama, yaitu rumah Anda.
Tahun ke-6: Anda tidak sanggup melunasi pinjaman senilai Rp.1,8M (selama ini Anda hanya membayar bunga pinjaman saja), menyebabkan rumah Anda disita. Apakah Anda menjadi rugi? Tidak, samasekali tidak. Perhatikan bahwa Anda mengeluarkan uang senilai Rp.1M untuk membeli rumah ini. Tetapi Anda telah menikmati pinjaman sebesar Rp.1,8M. Secara kasar, Anda masih untung sebanyak Rp.800jt.



4. Asset Generating Income

Pada poin pertama saya menjelaskan tentang Leverage,

Berapa jumlah uang yang diperlukan untuk membeli Real Estate senilai Rp.1M?
Jawabanya: Rp.200jt (DP 20%), sisanya dapat dikredit.

Mungkin Anda bertanya-tanya,
Bagaimana dengan sisanya yang harus dikredit? Bukankah sama artinya saya harus mengeluarkan Rp.1M untuk membeli Real Estate senilai Rp.1M?
Jawabannya: Hanya jika Anda cermat membeli Real Estate, Anda tidak harus membayar cicilan kreditnya.

Lalu siapa yang membayar cicilan kreditnya hingga lunas?
Jawabannya: Penyewa Anda. (dari penghasilan sewa tentunya)

Apakah hal itu mungkin?
Jawabannya: Sudah banyak yang membuktikan. Salah satu contohnya, seorang bapak berangkat dari meminjam uang di Bank untuk membeli rumah dijadikan kos-kosan. Hanya dalam waktu 5 tahun, bapak tersebut menjadi juragan kosan dengan 3 rumah kos yang isinya adalah mahasiswa UPH.
Caranya? Pinjam uang - beli 1 - bayar DP saja -  renovasi - dikoskan - cicilan di bayar oleh anak kos - tahun ke-3 nilai rumah kos naik - naikkan plafon pinjaman - beli 1 lagi - bayar DP saja -  renovasi - dikoskan - cicilan di bayar oleh anak kos - tahun ke-5 nilai rumah kos naik - naikkan plafon pinjaman - beli 1 lagi - bayar DP saja -  renovasi - dikoskan - cicilan di bayar oleh anak kos.

2 komentar:

Bagaimana dengan Anda ?