Lalu, apa hubungannya dengan Long Tail ?
Well, saya teringat kembali akan hukum pareto saat saya menikmati pembahasan dalam buku Long Tail.
Hukum ini mempertegas bagaimana komposisi kontribusi produk terhadap total omzet sebuah toko : 80% omzet sebuah toko dihasilkan dari penjualan 20% macam produk. Hingga dekade yang lalu, para pemilik toko harus melakukan fokus produk, menyadari bahwa rak toko mereka terbatas, sehingga pemilik toko hanya melakukan penawaran sebatas 20% macam produk yang mereka anggap paling laris.
Ini yang disebut dengan Ekonomi Hit Basis, ekonomi yang berjalan dengan mengandalkan penjualan produk Hits. Grafik economy Hit Basis :

Dalam dekade terakhir, kita semua telah mengalami perubahan cara komunikasi yang akhirnya berefek pada perubahan paradigma, perubahan mekanisme industri, hingga cara kita bertransaksi. Menggunakan bantuan media Internet kita meninggalkan era lama Economy Hits dan masuk kedalam era baru yang disebut dengan Economy "Long Tail"
Era economy "Long Tail" memiliki beberapa advantage yg signifikan dari era Economy Hits :
- Less Price on the same Product
Ambil contoh bagaimana komposisi harga sebuah Buku terbentuk = Royalti penulis : Rp10,000 + Biaya pemasaran Rp7,000 + Biaya percetakan Rp15,000 + Packaging Rp5,000 + Distribusi ke toko Rp8,000 + Sewa rak toko Rp4,000 + Markup toko Rp10,000 = sehingga tidak heran sebuah Buku memiliki harga jual Rp59,000. Padahal, pada economy Long Tail, keberadaan internet mengijikan kita untuk memotong jalur distribusi hingga Rp0!
Bagaimana komposisi penjualan Buku pada toko di internet = Royalti penulis : Rp10,000 + Biaya pemasaran Rp7,000 + Biaya percetakan Rp15,000 +Packaging Rp5,000 + Distribusi ke toko Rp8,000 + Sewa rak toko Rp4,000 +Markup toko Rp10,000 = sehingga menciptakan harga yang relatif murah dan bersaing yaitu Rp42,000!! ada selisih sebesar Rp17,000 !! atau setara dengan diskon sebesar 28%! Belum lg ditambah penghematan biaya parkir dan transprot dr kustomer yg harus datang ke toko buku konvensional.
atau jika ada sebuah toko e-book di internet maka harga sebuah buku menjadi = Royalti penulis : Rp10,000 + Biaya pemasaran Rp7,000 +Biaya percetakan Rp15,000 + Packaging Rp5,000 + Distribusi ke toko Rp8,000 + Sewa rak toko Rp4,000 +Markup toko Rp10,000 = Rp27,000!! sebuah potongan yang luar biasa bukan.
- Growing Niche Market
Penjualan melalui internet menghilangkan faktor keterbatasan "rak toko" yang juga berarti sebuah lompatan paradigma pareto 80:20, dimana pada toko konvensional hanya menawarkan 20% produk hits, tetapi melalui internet: 100% bahkan 300% macam produk dapat ditawarkan sekaligus.
Melalui survey terhadap penjualan musik web Rhapsody.com, diketahui bahwa selalu ada market untuk produk-produk NonHits. Bahkan 40% omzet Rhapsody.com dihasilkan dari produk-produk yang tidak ditawarkan pada toko musik konventional (40% omzet berasal dari Market Niche).
- Possibility of "Black Swan" Hits
Jumlah variasi produk yang ditawarkan melaui internet memang memiliki market niche-nya tersendiri. Dan peledakan variasi produk yang ditawarkan ini akan membangkitkan sebuah Hit "Black Swan". Yaitu, penjualan sebuah produk yang tidak disangka-sangka dapat mencapai Hits dimana selama ini produk tsb tidak ditawarkan di pasar konventional krn dianggap tidak laku. Kemunculan Black Swan tidak pernah dapat diduga sebelumnya, sebelum dilakukan penawaran.
Kebearadaan Long Tail di Indonesia kini kian terlihat. Pembahasan mengenai kesempatan apa saja yang tercipta dengan adanya Econmy era baru ini ? dan contoh-contoh perusahaan di Indonesia yang telah sukses menerapkaknnya... dapat dilihat pada artikel berikutnya : Economy Long Tail : How to rip from it ?
Best regards,
------

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Bagaimana dengan Anda ?