Sebutan untuk jenis dilema ini, berawal dari cerita penangkapan 2 orang tersangka perampokan yang pada awal interogasi mereka tidak mau mengaku. Sehingga seorang polisi pintar memasukkan mereka ke dalam 2 ruangan terpisah, dimana tak ada celah untuk berinteraksi antar 2 orang tersangka tersebut.
Polisi pintar itu kemudian menyatakan peryataan yang sama kepada 2 orang tersangka tersebut.
"Jika kamu MENGAKU, dan kawanmu TIDAK MENGAKU, maka kamu akan ku BEBAS! kan, dan kawanmu akan dipenjara 5 tahun!"
"Jika kamu TIDAK MENGAKU, dan kawanmu MENGAKU, maka kamu saya penjara 5 tahun, dan kawanmu akan ku BEBAS! kan"
"Jika kamu dan kawanmu TIDAK MENGAKU, kalian berdua akan saya tahan dipenjara 1 tahun"
"Jika kamu dan kawanmu SAMA2 MENGAKU, kalian berdua akan saya tahan dipenjara selama 4 tahun saja"
"Saya akan tinggalkan kamu sejenak untuk berpikir. Namun pastikan saat saya kembali kamu sudah memustuskan PILIHAN TERBAIK mu!"
Begini kira-kira jika di ilustrasikan ,
Karena kominikasi antar tersangka tidak ada, maka sebagai seorang tersangka cerdas (dan egois) pengambilan keputusan masing masing pribadi akan menjadi seperti ini :
Kalo GUE TIDAK MENGAKU = 50% kemungkinan gw dihukum 5 Tahun + 50% kemungkinan gw dihukum 1 Tahun = jadi secara probabilitas gw dihukum selama 3 Tahun
Tapi, kalo GUE MENGAKU = 50% kemungkinan gw dihukum 4 Tahun + 50% kemungkinan gw BEBAS! = jadi secara probabilitas gw dihukum selama 2 Tahun.
Masing - masing tersangka akan memilih keputusan untuk MENGAKU. Karena secara probabillitas memiliki kemungkinan lama hukuman lebih kecil. Dan seperti inilah cara polisi mendapatkan PENGAKUAN sebenarnya dari tersangka.
Dengan alasan yang serupa menjelaskan mengapa : persaingan pasar akan saling membanting harga untuk memenangkan pelanggan, ancaman perang nuklir akan selalu menghantui karena masing-masing negara tidak ada yg ingin di dominasi negara lain, bahkan soal kemacetan di Jakarta yang tidak bisa tergantikan hanya karena keberadaan BusWay.
Namun jika sekali saja manusia meninggalkan keegoisannya dan mulai bekerja sama, maka akan terjadi sebaliknya : persaingan pasar menjadi sehat dan menguntungkan, dunia bebas dari nuklir, semua orang memprioritaskan menggunakan kendaraan umum.
See..a whole new world will be created.
------
By,

Kalo kedua belah pihak punya niat baik yang sama, maka tentunya dilema ini bisa dihindari. Permasalahannya sering kali pihak lain tidak memiliki niat yang baik, sehingga orang yang memiliki niat baik malah dirugikan. Mungkin tepatnya, dilema orang baik-baik, apakah mau tetap jadi orang baik, atau mau jadi orang jahat.
BalasHapusArtikel yang menarik!!!